Menjaga Konsistensi Beramal Sholeh Pasca Ramadhan
Oleh: Ichwan Muttaqin, M.E.Sy.
Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memotivasi umat Islam untuk memperbanyak amal sholeh. Namun, tantangan terbesar datang setelah Ramadhan berakhir, yaitu menjaga konsistensi ibadah dan amal kebaikan yang telah dibangun selama sebulan penuh. Banyak orang yang semangatnya menurun drastis setelah bulan Ramadhan berlalu, padahal Allah SWT mencintai amal yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.
Konsisten beramal akan menjadi tantangan terbesar bagi kita dalam mengimplementasi nilai Ramadhan dalam kehidupan pasca Ramadha. Selain itu, tujuan Ramadhan adalah peningkatan taqwa dalam kehidupan dapat tercapai jika nilai konsistensi diterapkan.
II. KEUTAMAAN KONSISTENSI DALAM BERAMAL
Islam mengajarkan pentingnya istiqamah (konsistensi) dalam beramal. Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu” (QS. Fussilat: 30)
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ خَـٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf: 13-14)
فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang-orang yang telah taubat beserta kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112)
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ . صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ .
“Tunjukilah kami jalan yang lurus (istiqamah), (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)
Dalam hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.”
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus (kontinu), meskipun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6465, Muslim no. 783)
III. CARA MENJAGA KONSISTENSI BERAMAL PASCA RAMADHAN
- Menetapkan Niat dan Tujuan yang Kuat Niat yang ikhlas karena Allah akan menjadi fondasi yang kokoh untuk menjaga keberlangsungan amal. Niat menjadi penentu kualitas dan daya tahan ibadah seseorang.
- Membuat Jadwal Ibadah Harian Menyusun agenda harian yang berisi ibadah seperti tilawah Al-Qur’an, shalat sunnah, dzikir pagi-petang, dan sedekah akan membantu menjaga rutinitas amal.
- Berteman dengan Orang Sholeh Lingkungan yang baik akan membantu menumbuhkan semangat dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka perhatikanlah siapa yang menjadi teman dekatmu.”
(HR. Abu Dawud no. 4833) - Mengikuti Majelis Ilmu dan Komunitas Ibadah Ilmu akan menumbuhkan keimanan, dan berkumpul dalam komunitas ibadah akan menumbuhkan semangat. Ini juga membantu menjaga motivasi beramal.
- Muhasabah dan Evaluasi Diri Introspeksi diri setiap hari atau pekan untuk mengevaluasi amal dan memperbaiki kekurangan akan membantu mempertahankan konsistensi.
IV. PANDANGAN ULAMA TENTANG ISTIQAMAH
- Imam Ibnul Qayyim berkata:
“Istiqamah adalah kedudukan yang paling tinggi dan mencakup seluruh bentuk ketaatan kepada Allah, lahir dan batin. Ia tidak bisa dicapai kecuali dengan kesungguhan dan mujahadah (keseriusan).”
(Madarijus Salikin, 2/106) - Imam Nawawi menjelaskan hadits “amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang kontinu”, bahwa ini menunjukkan Islam menganjurkan keteraturan dalam ibadah dan melarang sikap berlebihan atau semangat sesaat yang tidak bertahan lama.
(Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi) - Ibnu Rajab al-Hanbali: “Amalan yang dilakukan secara terus-menerus menunjukkan kejujuran niat dan kekuatan tekad. Dan itu lebih berat bagi jiwa dibandingkan amalan besar yang dilakukan sesekali.”(Lathaif al-Ma’arif)