Hujan antara Rahmat dan Peringatan
Oleh: Ichwan Muttaqin
Hujan merupakan salah satu ayat kauniyah yang Allah turunkan sebagai rahmat sekaligus peringatan bagi manusia. Allah menjadikan hujan sebagai sumber kehidupan, namun pada saat yang sama, hujan juga bisa menjadi sarana teguran ketika manusia melampaui batas dan merusak keseimbangan yang telah ditetapkan-Nya.Allah berfirman:
“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”(QS. Asy-Syura: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa hujan pada hakikatnya adalah rahmat Allah yang diturunkan untuk menghidupkan bumi dan menguatkan harapan manusia. Allah juga berfirman:
“Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya, hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu…”(QS. Al-A‘raf: 57)
Namun Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa hujan dapat berubah menjadi peringatan ketika manusia mengabaikan perintah Allah dan melakukan kerusakan di muka bumi:
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada umatnya agar menyikapi hujan dengan adab, doa, dan tawakal, bukan dengan keluhan atau celaan. Dalam hadits disebutkan:
“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan.”(HR. Al-Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani)
Ketika hujan turun, Rasulullah ﷺ juga berdoa: “Allahumma shayyiban nāfi‘an.”
“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.”(HR. Al-Bukhari)
Dan Rasulullah ﷺ melarang mencela hujan, karena hujan adalah ketetapan Allah:
“Janganlah kalian mencela angin (dan hujan). Jika kalian melihat sesuatu yang tidak kalian sukai, ucapkanlah: ‘Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikannya…’”(HR. Abu Dawud)
Melalui hujan, Allah mengajarkan bahwa rahmat-Nya sangat luas, namun peringatan-Nya juga nyata. Orang beriman akan menyikapi hujan dengan syukur ketika ia membawa kebaikan, dan dengan sabar serta taubat ketika ia datang sebagai ujian. Setiap tetes hujan seharusnya mengingatkan manusia untuk memperbaiki iman, akhlak, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai amanah dari Allah.
